Iran Akui Salah Tembaki Kapal-kapal di Selat Hormuz

Para pejabat Iran secara tertutup telah mengatakan kepada para penasihat Presiden Amerika Serikat Donald Trump, bahwa mereka telah melakukan kesalahan dengan menembaki kapal-kapal dagang di Selat Hormuz beberapa hari lalu.
Dilansir Al-Jazeera, Sabtu , pejabat-pejabat Iran mengatakan bahwa serangan tersebut berasal dari sekelompok "garis keras" yang mencoba merusak negosiasi. Menurut sumber pejabat AS, pejabat-pejabat Iran tersebut menegaskan bahwa mereka ingin terus berdialog dengan AS.
Seorang pejabat AS mengatakan kepada jaringan TV AS, CBS News: "Mereka [orang-orang Iran] kembali ke meja perundingan dan berkata, 'Kami telah membuat kesalahan. Mari kita lanjutkan pembicaraan.'"
Kini, Gedung Putih ingin pemerintah Iran secara terbuka mengakui kesalahannya tersebut, yang oleh pemerintahan Trump dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata.
Presiden Trump telah mengarahkan timnya - yang dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance, menantu Trump, Jared Kushner, utusan khusus Steve Witkoff, dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio - untuk melanjutkan negosiasi.
Pembicaraan akan berlangsung di Oman pada hari Sabtu ini.
Menurut para pejabat AS, Washington akan merespons, menggunakan pengaruh militer dan ekonomi, jika Iran terus melakukan tindakan permusuhan.
Dari pertemuan di Oman tersebut, pemerintah AS menginginkan posisi Iran adalah bahwa Selat Hormuz akan tetap terbuka dan dikelola dengan cara yang sama seperti sebelum perang dimulai.
Jika bukan itu posisi mereka, kata seorang pejabat AS, "itu tidak akan menjadi hari yang baik bagi mereka."
"Kita benar-benar berada dalam momen menunggu dan melihat," kata pejabat AS lainnya.
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Ada Konser Akbar Monas 2026 Malam Ini, Pengendara Diimbau Hindari Jalan Medan Merdeka Jakpus
Selanjutnya: RBR 2026 Sukses Digelar, Kapolda Riau Titip Tanam Pohon Trembesi ke Runners
Artikel Terkait
- Polisi Bongkar Peredaran Sabu di Tarumajaya Bekasi, Pengedar Ditangkap
- MPR Gelar Agenda Sarasehan Nasional di Riau, Bahas Obligasi Daerah
- Cerita Ibunda yang Kena Dampak Pemuda Madiun Kabur Saat Tur di Korsel
- DPD Sebut RUU Daerah Kepulauan Mampu Maksimalkan Potensi Daerah Kepulauan
- Kisah Guru di Ngada, 3 Tahun Idap Penyakit Langka, Kini Diamputasi
- Soal Kopdes Kelola Tambang, Bahlil: Harus Memenuhi Syarat
- MAKI Sentil Hotman: Aturan Mana Penetapan Tersangka Febrie Harus Izin Presiden?
- Buntut Panjang Ulah Pemuda Madiun Kabur Saat Tur di Korea
