Menteri Bahlil Sebut Stok BBM di Sumut Ada, Cuma Sopir yang Mogok

Stok dipastikan tersedia
Menurut Bahlil, berdasarkan hasil pengecekan, pasokan BBM di Sumatera Utara dalam kondisi tersedia. Namun, distribusi sempat terganggu akibat persoalan operasional di lapangan.
"Di Sumut itu BBM-nya ada, cuma penyalurannya. Sopirnya yang mogok, kira-kira begitu," ujarnya.
Meski demikian, Bahlil tidak merinci lebih lanjut aksi mogok yang dimaksud maupun pihak yang terlibat.
Distribusi mulai kembali normal
Bahlil menegaskan gangguan distribusi BBM di Sumatera Utara telah ditangani dan penyaluran kepada masyarakat mulai kembali normal.
"Tapi sudah diatasi. Sudah diatasi dan sekarang insyaallah sudah mulai normal," katanya.
Ia juga menegaskan bahwa peran Kementerian ESDM adalah sebagai regulator, sedangkan pelaksanaan distribusi BBM menjadi tanggung jawab Pertamina.
Dalam kesempatan itu, Bahlil sempat melontarkan candaan bahwa tidak semua persoalan teknis terkait distribusi BBM dapat dibebankan kepada Menteri ESDM.
Tingkatkan 35 Persen Kapasitas Armada
Berita sebelumnya, untuk mempercepat normalisasi distribusi BBM di Sumatera Utara (Sumut), Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut telah meningkatkan 35 persen kapasitas armada mobil tangki beserta awak mobil tangki (AMT), mengoptimalkan alih suplai dari Fuel Terminal Siantar, Fuel Terminal Kisaran, dan Integrated Terminal Lhokseumawe, serta memaksimalkan penerimaan dan penyaluran pasokan BBM melalui fasilitas Terminal BBM Medan Group di Labuhan Deli.
Berbagai langkah tersebut mendorong peningkatan penyaluran BBM ke SPBU hingga mencapai 120–125 persen dibandingkan kondisi normal.
Dalam peninjauan di Fuel Terminal Medan Group pada Jumat (17/7/2026), Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyampaikan bahwa kondisi stok BBM di Sumut saat ini dalam kondisi aman.
Selain itu, kata dia, pasokan juga terus diperkuat setelah dua kapal menyelesaikan proses bongkar muat jenis BBM tertentu (JBT) solar dan jenis BBM khusus penugasan (JBKP) pertalite.
“Sehingga dengan rutinitas masyarakat sehari-hari, insyaallah sudah dapat mengurai antrean di SPBU yang tersebar di wilayah Sumut ini,” ujar Wahyudi dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (18/7/2026).
Menurutnya, peningkatan suplai BBM hingga 120–125 persen merupakan langkah strategis untuk mempercepat normalisasi pelayanan di SPBU.
Sebelumnya: Lalu Lintas Jakarta Pagi Ini: Contraflow Berlaku di Tol Dalam Kota dan Tol Janger
Selanjutnya: Ada "Samudra Purba" di Bawah Gurun Sahara, Sebagian Air Sudah Berusia Jutaan Tahun
Artikel Terkait
- Dulu Haram, Kini "PNS" di AS Boleh Instal TikTok Lagi
- Negosiasi Buntu, Frans Putros Hengkang dari Persib
- Celoteh Hotman Paris ke Jurnalis Berujung Permintaan Maaf
- Bareskrim Serahkan 3 Tersangka Pembunuh Polisi di Katingan ke Polda Kalteng
- Beredar Surat Edaran Libur Final Piala Dunia 2026, Gubernur NTT: Itu Hoaks, ASN Tetap Masuk Normal
- KPK Temukan Uang, Valas hingga Perhiasan Saat Geledah Rumah Dinas Bupati Etik
- Brimob Polda Metro Gagalkan Aksi Vandalisme Fasilitas Umum di Jaktim
- KPK Amankan Total 19 Orang dalam OTT Bupati Lombok Barat
