BGN Investigasi ke Jember soal Siswa dan Wali Murid Diare Usai Santap MBG

Badan Gizi Nasional merespons puluhan penerima program Makan Bergizi Gratis di Jember yang dilaporkan mengalami diare hingga lemas setelah menyantap MBG. BGN langsung melakukan investigasi atas hal tersebut.
"Langsung kita atasi, kita investigasi ke sana," kata Wakil Kepala BGN Trenggono kepada wartawan seusai rapat di Komisi IX DPR, Jakarta, Jumat .
Trenggono mengatakan pihaknya akan mengambil tindakan atas kejadian tersebut.
"Nanti kita berikan tindakan ke sana," ucap Trenggono.
Seperti diketahui, puluhan penerima MBG di Jember dilaporkan mengalami gangguan kesehatan massal. Mereka mendadak mengeluhkan diare hingga lemas setelah menyantap menu makanan yang dibagikan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, makanan tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi 1 Karangsono, Desa Karangsono, Kecamatan Bangsalsari. Menu tersebut dibagikan kepada warga pada Selasa .
Kasus ini mulai ramai menjadi perbincangan publik sehari setelah kejadian, tepatnya pada Rabu . Sejumlah korban bahkan harus dilarikan ke fasilitas kesehatan karena kondisinya yang melemas.
Salah satu wali murid yang menjadi korban, Siti Munawaroh, menceritakan awal mula dirinya bisa keracunan. Saat itu, ia mengonsumsi makanan yang dibawa pulang oleh kedua anaknya yang masih bersekolah di SDN Karangsono dan salah satu TK.
"Saya mendapatkan makanan dari anak saya," kata Siti, Kamis .
Dia membeberkan, kotak makan gratis itu berisi nasi, tempe orak-arik, tumis manis, buah anggur, dan telur puyuh. Namun, ia sempat menaruh curiga karena kondisi telur yang ada di dalam menu tersebut.
"Telurnya bau, padahal sudah saya cuci," ujarnya.
Tak berselang lama setelah menghabiskan makanan tersebut, Siti langsung mengalami gejala diare yang sangat hebat.
"Ya gak tau, tiba-tiba saja saya mancur-mancur ," paparnya.
Sementara itu, Ketua Satgas MBG Jember Achmad Imam Fauzi mengatakan, laporan mengenai kejadian tersebut telah diterima dari Koordinator Kecamatan MBG Bangsalsari pada Rabu malam dan langsung diteruskan kepada dirinya serta Bupati Jember.
Menurut Fauzi, Bupati Muhammad Fawait memberikan perhatian khusus terhadap insiden itu dan menginstruksikan seluruh perangkat daerah terkait untuk bergerak cepat memastikan keselamatan warga.
"Seluruh korban dipastikan mendapatkan pelayanan medis kedaruratan yang terbaik di fasilitas kesehatan. Semua biaya perawatan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah," tandasnya.
Simak juga Video 'BGN Ternyata Punya Utang Rp 1,6 T, Ini Rinciannya...':
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Wapres AS Sebut Ada Pihak di Israel yang Ingin Perang Terus Berlanjut
Selanjutnya: 6 Kesalahan Memasak yang Membuat Wajan Antilengket Cepat Rusak
Artikel Terkait
- Kemensos Intens Dampingi Anak Yatim Piatu Kecanduan Hirup BBM di Sukabumi
- KPK Dorong Negara Biayai APK Peserta Pemilu
- Dasco Pimpin Rapat DPR dengan Pemerintah, Bahas Anggaran Kapal Perintis
- Samsung Galaxy A27 Vs Galaxy A26, Apa Saja yang Upgrade?
- PBVSI Lepas Timnas Voli Putri Ikuti 2 Turnamen Internasional, Patok Target Realistis
- Yusril soal Tarif Rp 5 Juta untuk Lepas Status WNI: PNBP, Dipatuhi Saja
- Satpol PP Tegur TikToker yang Ngonten Jual Miras di Taman Mataram Jaksel
- Jamkrindo Catat Penjaminan Rp 139,6 Triliun hingga Juni 2026, Jangkau 2 Juta Pelaku Usaha
