Balas Trump, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional

Militer Iran mengancam akan menyerang habis-habisan semua infrastruktur di kawasan tersebut jika infrastrukturnya diserang. Ancaman ini disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan memperluas serangan terhadap Iran minggu depan, dengan menargetkan infrastruktur sipil, termasuk pembangkit listrik dan jembatan.
"Jika ancaman kosong baru-baru ini oleh presiden AS agar militer Amerika menyerang infrastruktur Republik Islam benar-benar dilaksanakan, maka semua yang, karena pengendalian diri Iran, selama ini tetap utuh -- yakni, semua infrastruktur di seluruh wilayah -- akan hancur di bawah serangan keras angkatan bersenjata Republik Islam yang kuat, sedemikian rupa sehingga tidak akan ada jejaknya yang tersisa, seolah-olah tidak pernah ada," kata juru bicara Markas Besar Militer Pusat Khatam al-Anbiya, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaqari, dilansir media Iran, Press TV, Kamis .
Ia juga mengecam rezim kriminal AS karena terus melakukan tindakan melanggar hukum.
Zolfaqari lebih lanjut menekankan bahwa Iran tidak akan pernah mengizinkan Amerika Serikat -- sebagai negara asing di luar kawasan -- untuk ikut campur di Selat Hormuz, yang merupakan "garis merah yang tak dapat dilanggar" bagi Republik Islam tersebut.
"Biarkan musuh yang bodoh itu tahu: bagi kami, momen aksi epik bukanlah momen untuk menahan diri. Apa yang dilakukan oleh angkatan bersenjata Iran bukanlah serangan yang setara; itu adalah serangan yang lebih unggul. Serangan akan lebih intens, luas, dan destruktif daripada sebelumnya. Kemarahan bangsa yang tidak pernah menyerah akan membakar agresor," tambahnya.
Dalam perkembangan lain pada hari Kamis , Departemen Hubungan Masyarakat di Korps Garda Revolusi Islam Iran mengatakan bahwa Angkatan Laut pasukan tersebut telah melakukan "serangan dahsyat terhadap pangkalan AS di Sheikh Isa, Bahrain."
Operasi itu disebut sepenuhnya menghancurkan sistem radar pengawasan dan kontrol udara serta stasiun pompa bahan bakar yang memasok pesawat tempur musu
Simak juga Video 'Iran: AS Si Kriminal Terus Melanggar Hukum':
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Polisi Tangkap 3 Penadah Saat Buru Pencuri Motor di Karawang
Selanjutnya: Indonesia Tambah 3 Negara Bebas Visa Kunjungan, Apa Saja?
Artikel Terkait
- Jalan Raya Pos: Warisan Daendels yang Masih Membentang di Pulau Jawa
- Sidang Perdana Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia Arafiq Digelar 23 Juli
- Kunci Jawaban Post Test PPG Modul 3, Ini Pembahasan Lengkap PPABK 3
- Identitas 8 Korban Bentrok antar Warga di Adonara Flores Timur
- Daftar 4 SD Negeri di Demak yang Terima Murid Baru di Bawah 5 Anak
- Mengapa Melakukan Rutinitas Skincare Bisa Bantu Kelola Stres
- Aprilia Optimistis Marco Bezzecchi kembali Balapan di MotoGP Inggris
- Usai Tikam 2 Pemuda di Samarinda, Pelaku Buang Pisau ke Bak Sampah
