Alat Berat Diturunkan untuk Evakuasi Korban Ledakan Perumahan di Medan

Polisi menyebut ada empat orang yang diduga terjebak usai ledakan di rumah mewah yang berada di perumahan elite Grand Polonia Medan, Sumatera Utara . Alat berat diturunkan untuk mengevakuasi para korban.
Dilansir detikSumut, Senin , di lokasi terlihat ada sejumlah alat berat dikerahkan. Beberapa alat berat itu adalah mobil crane dan ekskavator.
Alat berat itu tampak tengah membersihkan puing-puing rumah yang berserakan di jalan. Selain itu, alat berat juga tengah membersihkan material yang menutupi akses ke dalam rumah mewah berlantai 3 itu.
Terlihat ada sejumlah personel Basarnas yang sudah bersiaga di lokasi. Ada juga beberapa personel kepolisian. Hingga malam ini, proses evakuasi masih dilakukan. Sejumlah petugas, baik dari Basarnas dan kepolisian masih berada di lokasi.
Sebelumnya, polisi menyebut ada enam orang yang diduga berada di dalam rumah mewah bernomor 3B yang menjadi lokasi ledakan. Dua di antaranya telah dievakuasi.
"Saat ini, data yang kami dapatkan ada 6 orang yang tinggal di dalam. Dari 6 orang itu, seorang bapak berhasil dievakuasi, seorang anak balita sampai saat ini masih dirawat di salah satu rumah sakit," kata Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak.
Baca selengkapnya di sini.
Sebelumnya: Prabowo: Kita Ditakut-takuti dengan Rapor Jelek dari Global Rating Agency
Selanjutnya: Cara Nonton Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026 di TVRI dan Live Streaming
Artikel Terkait
- Banyuwangi Jadi Inspirasi Pengelolaan Wisata Bahari di ASEAN
- Andre Rosiade ke Hotman: Jangan Kaitkan Kasus Febrie dengan Presiden Prabowo
- Bikin Penasaran! Tanaman Mirip Bunga Bangkai Tumbuh di Kranji Bekasi
- Cara Membuang Minyak Bekas Memasak agar Tidak Menyumbat Saluran Air
- Pemkab Malang Usul Perbaikan 3 Ruas Jalan Lewat IJD, Butuh Rp 135 Miliar
- Makan Banyak Sayuran Disebut Bantu Memperlambat Penuaan Tubuh, Ini Temuan Studi
- Belum Ada Gedung Permanen, 30 Siswa Sekolah Rakyat di Pamekasan Dititipkan ke Sampang
- Menhut Tak Ikut Rapat di DPR, Waka Komisi IV: Beliau Izin Umrah
