Prabowo Puji Danantara Pangkas 250 BUMN dalam 18 Bulan: Saya Bangga

Prabowo menjelaskan, pengurangan jumlah BUMN tersebut menjadi langkah awal menuju target yang lebih besar pada akhir 2026.
Berdasarkan laporan yang diterimanya dari pimpinan Danantara, jumlah BUMN ditargetkan turun dari 1.077 perusahaan menjadi maksimal 350 perusahaan pada 31 Desember 2026 melalui penutupan, penggabungan, dan konsolidasi.
“Dari 1.077 akan maksimal 350. Berarti di akhir 2026 mungkin 700 BUMN yang akan kita tutup, kita merge, kita konsolidasi. Berkurang dari 1.077 akan menjadi maksimal 350,” kata Prabowo.
Presiden menilai langkah konsolidasi BUMN tersebut tidak hanya menyederhanakan struktur perusahaan negara, tetapi juga menghasilkan efisiensi anggaran yang signifikan.
Menurut laporan yang diterimanya, penutupan dan penggabungan 250 BUMN telah menghasilkan penghematan biaya rutin atau overhead sekitar Rp 50 triliun.
Penghematan tersebut berasal dari berkurangnya berbagai biaya operasional, seperti gaji direksi dan komisaris, sewa gedung, biaya listrik, transportasi, hingga penyelenggaraan rapat kerja.
Prabowo meyakini nilai penghematan itu masih berpotensi meningkat hingga akhir tahun.
“Desember 31 saya kira ini mungkin angka penghematan bisa naik, bisa mendekati Rp 70 triliun-Rp 80 triliun,” kata Presiden Prabowo.
Dengan target pengurangan hingga sekitar 700 BUMN pada akhir 2026, pemerintah berharap struktur perusahaan negara menjadi lebih ramping, efisien, dan fokus pada peningkatan kinerja serta kontribusi terhadap perekonomian nasional.
Sebelumnya: Apple dan Nvidia Kejar-kejaran Jadi Perusahaan Paling Berharga di Dunia
Selanjutnya: Kortas Tipikor Polri Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Modal Terkait Batu Bara
Artikel Terkait
- AS Jatuhkan Sanksi ke 'Pemodal Utama' Mojtaba Khamenei
- Menteri Bahlil Sebut Stok BBM di Sumut Ada, Cuma Sopir yang Mogok
- Tak Berizin dan Cemari Udara, Peleburan Aluminium Ilegal Timbun Limbah B3 di Kabupaten Tangerang Dihentikan
- Keadilan Pelayanan Kesehatan Gigi di Tanah Papua
- Capai Final Piala Dunia 2026, Messi Tepis Isu Argentina Dibantu FIFA
- Eks Pimpinan KPK: Penegakan Hukum Kejahatan SDA Dinilai Hanya Menyentuh "Pion"
- Polri Resmi Serahkan Barbuk dan Tersangka Kasus Eks Jampidsus ke Kejagung
- Tak Ingin Pengendara Celaka, Pemulung di Padang Tambal Jalan Rusak dengan 60 Karung Puing Bangunan
